Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat ikut menghadiri tabligh Akbar haul Soeharto, mendapat penolakan di Masjid At Tin.
Ia dilarang beberapa massa yang melarangnya untuk ikut dalam Peringatan ke-51 Supersemar dan haul mantan Presiden Indonesia Soeharto yang digelar dengan rangkaian acara ‘Dzikir dan Shalawat Untuk Negeri’ di Mesjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
Wakil gubernur petahana yang hadir sebelum solat Jumat itu, datang bersama rombongannya. Namun, begitu rombongan akan masuk kedalam masjid At-Tin, jamaah langsung melakukan penghadangan. “Jangan perbolehkan masuk, jangan sampai dia (Djarot), masuk kedalam masjid,” teriak jamaah.
Adu argumen pun terjadi antara Djarot dengan jamaah yang mencoba menghadangnya. Adu argumentasi yang cukup panas pun terjadi, pasalnya rombongan Djarot memaksa tetap masuk ke dalam. “Usir-usir pokoknya tak boleh masuk,” teriak para jamah.
Namun, dengan proses yang cukup panjang dan alot, akhirnya Djarot diperkenankan masuk ke dalam meskipun mendapatkan penolakan.
Djarot sempat masuk masjid pukul 18.08 dan sempat ditahan di depan pintu VIP karena ditolak sebagian jamaah, namun setelah menunjukan undangan dirinya diperkenankan masuk. (berita)

Akhirnya pertemuan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY berlangsung di Veranda Istana Merdeka (9/3.2017). SBY menyatakan, sangat bersyukur dan bergembira karena Presiden telah menyediakan waktu khusus untuk pertemuan itu. Menurut dia, pertemuan itu sebenarnya telah lama digagas dan dirancang namun baru teralisasi, sehingga kini tidak ada lagi kesalahpahaman di antara dirinya dengan Jokowi.

Jokowi menyatakan, pertemuan ini sangat baik untuk menjalin silaturrahmi.  Jokowi dan SBY mengobrol di beranda belakang Istana Merdeka Jakarta, setelah sebelumnya makan siang bersama di dalam Istana. (berita)


Jokowi menegaskan bahwa pertemuan itu direncanakan sebelummya. Tapi kerap kali gagal karena waktu pertemuan yang jadwalnya batal. "Ya direncanakan tapi pas kadang-kadang saya ada waktu Pak SBY beliau waktu tidak ada, beliau ada saya pas barengan acara, sekarang waktunya sekarang," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan dalam pertemuan itu banyak hal dibicarakan baik yang berkaitan dengan politik nasional, ekonomi nasional, dan diskusi banyak hal yang lain. "Berbicara banyak hal baik yang berkaitan dengan politik nasional, berkaitan dengan ekonomi nasional namanya diskusi kan banyak hal dan hal-hal yang lain-lainnya," tuturnya.
Kedatangan SBY dikatakan telah direncanakan jauh-jauh hari. Sehabis makan siang Jokowi-SBY memberikan keterangan selama sekitar 10 menit kepada pers sambil minum teh hangat dan hidangan lumpia Jakarta. Meski demikian, menurut pengamat politik, pertemuan ini masih sarat dengan urusan Pilkada DKI Jakarta
Kalau sudah bicara urusan perut, kepala yang dingin bisa menjadi panas. perebutan lahan penghasilan antara supir angkutan konvensional dengan supir angkutan yang berbasis aplikasi online di berapa tempat sering terjadi. seperti yang terjadi di Tangerang, Banten.
Aksi mogok massal ratusan sopir angkutan umum (angkot) yang semula damai, berakhir ricuh disejumlah wilayah di Kota Tangerang, Banten. Bentrokan dan lempar batu terjadi antara sopir angkot dengan driver ojek online, bahkan beberapa angkot dirusak driver ojek online.
Kericuhan terjadi di sekitaran pertigaan Kutabumi, Kota Tangerang sekitar pukul 16.00 WIB. Ratusan driver ojek online berbekal batu dan senjata tajam mulai menyerang sopir angkot.

Ratusan sopir angkot yang awalnya meladeni dengan timpukan batu, mundur perlahan sembari terus menyerang. "Mundur mundur," teriak massa sopir angkot, Rabu (8/3/2017).
Tak ayal sekitar lima sampai tujuh unit angkot rusak lantaran terkena hujan batu. Mulai dari kerusakan kaca yang pecah sampai badan mobil yang penyok.
kejadian ini dipicu karena beberapa hari sebelumnya seorang pengemudi ojek online diseruduk oleh angkot . Sopir angkot jengkel karena keberadaan ojek online dirasakan mengurangi pendapatan sopir angkot 

Sementara itu di Bandung, kamis (9/3/2017) para pengusaha angkutan kota (angkot) dan sopir angkot di Kota Bandung meminta pemerintah untuk segera mencabut Peraturan Menteri Perhubungan No 32 tahun 2016. Munculnya peraturan ini membuat angkutan umum berbasis aplikasi online semakin marak beroperasi.

Ketua Kobanter Kota Bandung Dadang Hamdani mengatakan, aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk kegundahan dan kerisauan awak transportasi di Jawa Barat. Dengan lahirnya Permenhub No 32 tahun 2016 menjadi dasar legalnya angkutan berbasis aplikasi di Bandung. Untuk itu pihaknya meminta pemerintah segera menertibkan angkutan umum berbasis aplikasi.

"Kami minta pemerintah untuk segera menertibkan angkutan umum berbasis aplikasi online karena mereka ilegal," ujar Dadang kepada wartawan saat ditemui di sela aksi. (berita)


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kesulitan kasus ini lantaran Rizieq membantah selama penyidikan. Bahkan Rizieq selalu bilang bahwa video sebagai alat bukti itu bukan dirinya.

"Masih sidik. Kalau misalnya orang ditanya ngaku 'iya pak yang melakukan saya' kan enak kita. Kalau ini mangkir (membantah) semua. Jadi kita kan harus buktikan. Itu bukan saya, itu mirip saya jadinya kita harus buktikan," ujar Argo saat dikonfirmasi, Senin (6/3).

Padahal, kata Argo, pihaknya telah menayangkan dan memperlihatkan video viral tersebut kepada Rizieq. Sehingga polisi kini tengah kerja keras mengusut kasus ini.

"Oh bukan itu mirip saya. Loh dia yang ngomong. Mirip saya. Ya kita jadi kan harus buktikan. Kita harus benar-benar cari saksi ahli untuk membuktikan video itu yang bersangkutan, gitu lho. Kalau ngaku kan enak," pungkasnya. (berita)

Tim Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sedang mendalami kicuan musisi Ahmad Dhani di akun Twitternya yang menuai kritik netizen.
Cuitan Dhani berbunyi, "Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya". Namun musisi yang gagal menjadi calon wakil Bupati Bekasi itu tak menyebut siapa yang dimaksud sebagai penista agama.

"Ya, nanti tunggu saja penyidik dari Krimsus yang akan menilai berkaitan dengan itu. Nanti kami telusuri," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono. Namun, Argo belum memastikan apakah cuitan Dhani masuk unsur tindak pidana ujaran kebencian berbau SARA. Yang pasti, kata dia, pihaknya masih menunggu proses pendalaman yang dilakukan penyidik.
"Iya kita tunggu aja dari penyidik. Penyidik yang mengusut, kira-kira ada dugaan pidana atau tidak," katanya.
Lebih lanjut, Argo menyebut jika penyelidikan tersebut bisa dilakukan tanpa menunggu laporan dari masyarakat. Namun, pihaknya membuka pintu jika ada masyarakat yang ingin melaporkarena .
"Kami selidiki (langsung) bisa, kalau ada orang yang merasa dirugikan, melapor juga bisa. Nggak masalah," kata dia.
Sehubungan dengan itu seleb Ari Wibowo artis yang ngetop di tahun 90-an itu memposting capture berita tentang cuitan Dhani ke akun Instagram-nya beberapa waktu lalu. Caption yang ditulis Ari pun cukup panjang.
"Kok ngga sembuh2 ya? Ada ngga ya tablet buat mengobati penyakit yang dideritanya? Sedih melihat rekan seleb yang sakit, ingin membantu tapi ngga ada obatnya sepertinya. GWS  bro...," tulisnya. (berita)



Polisi berhasil melumpuhkan pelaku bom panci di Taman Pandawa Kelurahan Arjuna, Cicendo, Bandung, Senin (27/2). Informasi yang dihimpun, pelaku diketahui bernama Yayat Cahdiyat, warga Kp Cukanggenteng RT 003/001 Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

Pria kelahiran Purwakarta, 24 Juni 1975 itu berprofesi sebagai penjual bubur sumsum. Pelaku melemparkan bom panci ke Taman Pandawa pada Senin (27/2). “Bom panci low explosive diledakkan pelaku,” ujar Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan.

Setelah bom meledak, pelaku berlari ke Kantor Kelurahan Arjuna Cicendo untuk bersembunyi. Aparat keamanan pun langsung melakukan pengepungan di Kantor Kelurahan Arjuna.

Merasa terdesak, pelaku akhirnya melepaskan tembakan, sehingga terjadi baku tembak antara pelaku dan polisi.

Tak hanya itu, pelaku juga sempat membakar perpustakaan di lantai dua kantor Kelurahan Arjuna. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Sekitar dua jam dikepung, pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan. Peluru petugas bersarang di tubuhnya hingga jatuh terkulai.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia tersangka teror bom di Bandung meminta pihak kepolisian membebaskan rekannya yang sudah terlebih dulu ditangkap oleh Densus 88. Hal itu menimbulkan teka teki baru. Pasalnya, keterangan tersangka tewas sebelum memberi informasi lengkap.

“Tersangka meminta untuk membebaskan temannya yang ditangkap dan ditahan Desus,” ucap Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan. (berita)
Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat meninggalkan acara Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Mereka menyesalkan acara yang tidak kunjung dimulai hingga harus menunggu lebih dari 1 jam

Menanggapi hal ini, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan bahwa hal ini timbul karena adanya salah paham. Sebabnya, pihak KPU DKI tidak tahu kalau Ahok sudah datang, sehingga mereka menunggu kedatangannya.

"Ini cuma masalah miskomunikasi saja. Jadi tadi mestinya kan beliau (Ahok) hadir di tempat yang sudah disediakan. Tapi ternyata di ruangan lain. Sehingga KPU kan tidak tahu," kata Sumarno di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017).

Ia menambahkan, pihak KPU hanya baru mengetahui kedatangan Djarot. Sumarno mengakui kekeliruan ini karena tidak ada staf KPU DKI yang memperhatikan kedatangan para paslon.

"Kami yang keliru, karena seharusnya memang ada staf yang bisa mendeteksi kehadiran calon," ujarnya.
(berita)