Jakarta mengalami bencana banjir hebat beberapa hari ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta mencatat 46 RW di 21 Kecamatan terdampak banjir di Jakarta dan sekitarnya.
Tetapi di tengah bencana, duka dan penderitaan itu, beberapa pihak justru berperang di media sosial, atau berlomba tampil menunjukkan siapa yang paling peduli.
Banjir ini memang menyediakan publisitas gratisan atau 'free ride publicity' kata Gun Gun Heryanto, seorang pakar komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri Jakarta.
"Apalagi di musim pemilihan kepala daerah seperti saat ini, kata Gun Gun.
"Di Jakarta, banjir memang telah lama menjadi komoditas politik. Seperti yang terjadi di (Pilkada) 2012 juga," katanya pula.
Hal ini mencuat setelah beredarnya foto calon gubernur Jakarta, Anis Baswedan saat mengujungi lokasi banjir di media sosial, yang dianggap sebagai bagian kampanyenya melawan petahana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Tapi pendukung Ahok juga telah lebih dahulu memanfaatkan momentum hujan, saat banjir belum melanda. Banyak orang di media social, dengan maksud mempromosikan Ahok, 'mempertanyakan,'bahwa banjir tak terjadi kendati hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Ungkapan-ungkapan itu tentu dimaksudkan sebagai upaya mempromosikan 'keberhasilan' petahana dalam mengelola banjir. berita

0 komentar:
Posting Komentar